Senin, 20 Juli 2015

askep tbc stikesi


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi semua kita ,agar dapat mewujudkan derajat kesehatanyang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum bagi pembangunan nasional.
Tercapainya tujuan tersebut memerlukan upaya kesehatan yang meliputi kegiatan promotif ,preventif,  kuratif, dan rehabilitatifterhadap individu , keluarga dan masyarakat.Hal tersebut tampak dalam salah satu program pokok puskesmas yaitu kesehatan keluarga yang salah satu sasaranya adalah keluarga dengan resiko tinggi terhadap masalah kesehatan.
Salah satunya adalah program pencegahan penyakit menular yaitu TBC Paru ( Depkes ,2001 ).TBC Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yaitu kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru-paru antara berbagai organ lain yang punya tekanan partial oksigen yang tinggi ( RabTabrani,96 )
Dalam hal ini sangat diperlukan peran perawat untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya kepada keluarga, perlu dilakukan pembinaan hidup keluarga tersebut dengan memberikan pelayanan yang bersifat langsung dan efektif sehingga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengatasi dan menyelesaikan masalah keehatan.

B.     Permasalahan
            Dalam makalah ini penulis menjabarkan tentang TBC Paru secara teoritis dan asuhan keperawatan keluarga Tn.Y dengan anggota kelurga yang menderita TBC Paru khususnya Ny.E

C.    Tujuan
1.      Tujuan Umum
Mampu menerapkan asuhan keperawatan keluarga
2.      Tujuan Khusus
a.       Mampu melakuka pengkajian pada keluarga yag mempunyai masalah kesehata.
b.      Mampu menganalisa data dan menegakan diagnosa keperawatan
c.       Mampu menyusun rencana keperawatan untuk mengatasi masalah kesehatan
d.      Mampu melakukan intervensi keperawatan dengan melibatkan anggota keluarga lainnya
e.       Mampu mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan asuhan keperawatan




















BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. TBC
a. Defenisi
Tuberkulosis adalah penyakit yang dikendalikan oleh respon imunitas perantara sel-sel efektornya adalah makrofag, sedangkan lymposit adalah sel imunoresponsif nya. ( Prince, Sylvia Anderson, 1995 : 754 )
Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit infeksi yang dapat mengenai paru-paru manusia yang disebabkan oleh kuman atau basil yaitu Mycobacterium Tuberculosis (Asril Bahar, 1996).
b.   ETIOLOGI
TBC yang lebih dikenal dengan TB Paru disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis :
-          Merupakan basil tahan asam
-          Kuman ini merupakan organisme patogen (dapat menimbulkan penyakit) dan saprofit yang berukuran 0,3 – 0,6 u m x 1 – 4 um
-          Kuman dapat bertahan dalam udara kering maupun dalam udara dingin (dapat tahan bertahun dalam lemari es). Basil TB sangat rentan terhadap sinar matahari ( cahaya ultraviolet ), terhadap panas ( suhu 1000 C ) dan mati dalam beberapa menit bila terkena alkohol 70 % atau lisol 5 %.
-          Sifat lain dari kuman adalah aerob dimana kuman lebih menyenangi jaringan yang tinggi dalam jaringan kuman hidup sebagai parasit intraseluler yaitu dalam sitoplasma makrofag.
-          Basil TB memerlukan waktu mitosis 12-24 jam, hal ini memungkinkan pemberian obat secara intermitten ( 2-3 kali sehari)

c.    PATOFISIOLOGI  

Bakteri mycobacterium tuberculosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui tiga jalan masuk (port de entry) yaitu : saluran pernapasan, saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi tuberkulosis terjadi melalui udara (airborne), yaitu melalui inhalasi droplet yang mengandung kuman basil tuberkel yang berasal dari orang yang terinfeksi. Proses perkembangan basil tuberkle dapat dibedakan dalam 2 tahap yaitu :
(a)    Tuberkulosis Primer
(b)   Tuberkulosis Post Primer
1.   TUBERKULOSIS PRIMER
            Pertama kali terinfeksi basil TB disebut sebagai infeksi TB Paru Primer Penularan terjadi karena kuman dibatukkan atau dibersinkan sehingga droplet keluar. Bila droplet itu terhisap maka basil dapat masuk ke dalam alveolus. Setelah berada didalam ruang alveolus, basil tuberkel ini membangkitkan reaksi peradangan. Leukosit Polimonuklear tampak pada tempat tersebut dan memfagosit bakteri namun tidak membunuh organisme tersebut. Sesudah hari pertama maka leukosit diganti oleh makrofag. Alveoli yang terserang dan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia. Zat pada kuman yang musnah akan menyebabkan makrofag jernih sehingga menyerupai sel epitel. Sel ini akan berkelompok membentuk tonjolan kecil yang disebut tuberkel. Limfosit dan mengelilingi tuberkel kira-kira 10-20 hari yang disebut lesi primer atau Fokus Ghon.
Dari lesi primer, basil akan menjalar menuju hilus melalui saluran getah bening (limfangitis lokal) dan diikuti pembesaran getah bening, disebut kelompok primer atau kompleks Ghon yang dapat :  
1.      Sembuh sama sekali tanpa meninggalkan bekas.
2.      Sembuh dengan sisa fibrosis, kalsifikasi atau komplek Gon yang berisi kuman “ Dorman dan dapat menyebabkan kambuhnya TB Paru
3.      Berkomplikasi dan menyebar secara :
a.       Langsung, menginfiltrasi jaringan sekitarnya
b.      Secara bronkogen pada paru yang sama atau paru lainnya
c.       Secara limfogen
d.      Secara Hematogen
2.   TUBERKULOSIS POST PRIMER
            Kuman yang dorman dapat muncul bertahun-tahun kemudian sebagai infeksi endogen menjadi tuberkulose dewasa. Kuman TB  yang berada pada lesi primer, karena faktor yang dapat menimbulkan berulangnya infeksi, seperti adanya infeksi laten dan penurunan daya tahan tubuh, membuat lesi primer meluas dimana granulama berkembang menghancurkan jaringan disekitarnya dan bagian tengahnya mengalami nekrosis membuat jaringan keju. Bila jaringan tersebut keluar akan terjadi cavitas. Kavitas mula-mula berdinding tipis yang akan menebal menjadi cavitas sklerotik. Kavitas dapat dilewati cabang arteri pulmanalis, sehingga dapat menimbulkan hemoptisis bila terjadi erosi pada pembuluh tersebut, kapitas dapat :
-          Meluas kembali dan menimbulkan sarang pneumonia baru
-          Memadat dan membungkus diri menjadi tuberkuloma yang mengapur
-          Bersih dan menyembuh disebut Open Healed Cavity
Anatomi











Gambar. Sistem Pernafasan










WOC



d.   KLASIFIKASI TUBERKULOSIS  
Pada tahun 1974 American Thoracis Society memberikan klasifikasi
q  Kategori O    : Tidak pernah terpapar dan tidak terinfeksi, riwayat kontak  (-) tes tuberkulin (-)
q  Kategori I      : Terpapar tuberkulosis tapi tidak terbukti ada infeksi, riwayat    kontak (+), tes tuberkulin (-)
q  Kategori II    : Terinfeksi tuberkulosis, tapi tidak sakit, tes tuberkulin Å, Radiologis  dan sputum (-).
q  Kategori III   : Terinfeksi tuberkulosis dan sakit.
e. MANIFESTASI KLINIS
1.      Keluhan Umum
Malaise, anoreksia, badan menjadi kurus, cepat lelah.
2.      Keluhan Karena Infeksi Kronik
Demam karena adanya inflamasi bronkus, biasanya subfebris, tetapi kadang-kadang mencapai 40-41oC yang hilang timbul, sehingga penderita merasa tidak pernah terbebas dari demam. Merupakan gejala pertama dari TB paru yang biasa timbul pada sore dan malam hari disertai berkeringat pada malam hari.
3.      Keluhan Karena Proses Patologik Di Paru atau Pleura
o   Batuk
Terjadi karena iritasi bronkus. Batuk diperlukan untuk membuang produk radang keluar. Dapat timbul di awal serangan atau setelah penyakit berkembang dalam jaringan paru. Sejak batuk dimulai dari non produktif menjadi produktif.  Keadaan lanjut adalah batuk darah (Hemoptoe). Batuk darah terjadi akibat pecahnya pembuluh darah/aneurisma pada dinding kavitas atau dapat terjadi karena ulserasi pada mukosa bronkus
o   Sesak Napas
Pada awalnya sesak belum dirasakan, namun pada penyakit yang telah lanjut, dimana infiltrasi sudah setengah bagian paru, sesak napas sering terjadi.
o   Nyeri Dada
Jarang ditemukan, kecuali bila timbul pleuritis
4.      Pemeriksaan Fisik
o   Pada auskultasi ditemukan ronchi basah halus, jika proses infiltratif makin meluas dan menebal didapatkan fremitus yang menguat, dengan redup pada perkusi, suara napas bronkial serta bronkhoponi yang menguat.
o   Bila sudah terjadi kavitas, akan ditemukan gejala kavitas berupa timpani pada perkusi yang disertai suara napas amforis. Bila terjadi atelektasis suara napas setempat akan melemah sampai hilang sama sekali.
o   Kelainan-kelainan yang ditemukan pada TB sangat variabel, baik jenis, intensitas, jumlah maupun tempat ditemukannya.
f.    PEMERIKSAAN PENUNJANG
Ø  Foto Thorak
Menujukkan lesi awal pada daerah paru atas (apeks paru), tetapi dapat pula mengenai lobus atau daerah halus.
Karaktersitik radiologik yang menunjang diagnosis selain diatas adalah :
a.       Bayangan yang berawan (potchy) atau bergerak (noduler)
b.      Adanya kavitas, tunggal atau ganda
c.       Adanya kalsifikasi
d.      Bayangan yang menetap atau relatif menetap setelah beberapa minggu
e.       Bayangan milier
Ø  Pemeriksaan Laboratorik
Dapat ditemukan :
a.       Anemia, terutama bila penyakit berjalan menahun
b.      Leukositosis ringan dengan predominasi limfosit
c.       Laju Endap Darah (LED) meningkat terutama pada fase akut dan umumnya nilai-nilai tersebut kembali normal pada tahap penyembuhan
Ø  Pemeriksaan Bakteriologik (Sputum )
Merupakan pemeriksaan diagnostik terpenting dalam program pemberantasan TB. Pada pemeriksaan pertama sebaiknya 3 kali pemeriksaan dahak :
“ Ditemukan BTA Å bila sekurang-kurangnya ada 3 batang kuman pada      sediaan dalam 3 kali pemeriksaan dengan pewarnaan Ziehl Nelson “
Ø  Tes Tuberkulin
Dengan menyuntikan Tuberkulin (PPD) sebanyak 0,1 ml yang mengandung 5 unit tuberkulin secara intrakutan pada 1/3 bagian atas permukaan kolar lengan bawah setelah kulit dibersihkan dengan alkohol. Bila disuntikan dengan tepat maka terbentuk gelombang berdiameter            6 – 10 mm, yang menyerupai gigitan nyamuk.
Reaksi timbul setelah 48 – 72 jam tuberkulin disuntikkan, timbul indurasi kemerahan yang terdiri dari infiltrat limfosit yaitu reaksi senyawa antibodi seluler dan antigen tuberkulin
Indurasi           0   – 5 mm       = Negatif
                        6   – 0 mm       = Meragukan
                        10 – 15 mm     = Positif
g. KOMPLIKASI
1.      Dini
Pleuritis, effusi pleura, empiema, laringitis menjalar ke fungsi organ lain. 
2.      Lanjut
Obstruksi jalan napas, kerusakan faring yang berat, amiloidosis karsinoma paru dan sindroma gagal napas dewasa.

h.   PENGOBATAN
1.      Bakterisidal : streptomycin, isoniazid, rifampicyn, pirazinamid.
2.      Bakteriostatik : ethambutol, ethionamid dan PAS
No
Regimen ( dosis biasa )
Keterangan
1.
Isoniazid (300 mg) dan rifampisin (600 mg)/hari selama 9-12 bulan
Terapi efektif untuk pengobatan awal pada pasen yang tidak dicurigai terdapat resistensi obat.
2.
Isoniazid (300mg) dan ethambutol (15 mg/kg BB)/hari selama 12-18 bulan.
Regimen efektif yang paling kurang toxicnya.
3.
Isoniazid (300mg) dan tiosetazon (150 mg/hari) selama 12-18 bulan.
Streptomycin (0,75-1 g) dapat ditambahkan perhari selama              8 minggu.
Regimen efektif yang paling murah
4.
Isoniazid (300mg), rifampizin (600mg), pirazinamid (2 g) dengan atau tanpa streptomycin (1 g) atau ethambutol (15 mg/kgBB)/hari selama 2 bulan diikuti oleh salah satu yang berikut ini :

a.       Isoniazid(300 mg), rifampizin      (600 mg )/ hari selama 4 bulan.
b.      Isoniazid (300 mg), rifampizin (600 mg), dan streptomycyn     (1 g) 2 x seminggu selama 6 bulan.
c.       Isoniazid (300 mg) dan tiosetazon (150 mg)/ hari selama 6 bulan

Fase intensif awal untuk regimen jangka pendek yang terbukti efektif pada pengawasan pasen yang ketat.




Cocok untuk terapi yang sepenuhnya diawasi


Murah

5.
Isoniazid (300 mg) dan rifampizin (600 mg/hari) selama 1 bulan diikuti isoniazid (900 mg) dan rifampisin (600 mg) 2x /minggu selama 8 bulan
Efektifitas terbukti pada pengobatan rawat jalan di Arkansas. Belum di uji klinis

B. Keluaraga
a. Definisi Keluarga
            Keluarga merupakan dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Maglaya dan Bailon,1978).


b. Karakteristik Keluarga
1.      Terdiri dari 2 atau lebih individu yang dilihat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi.
2.      Anggota keluarga biasanya hidup bersama
3.      Adanya interaksi satu sama lain
4.      Mempunyai tujuan
c. Tipe-tipe keluarga
1.      Keluarga inti
Satu rumah tangga yang terdiri dari suami, anak, dan istri
2.      Keluarga besar
Keluarga inti ditambah dengan anggota keluarga yang lain yang masih memiliki hubungan darah
3.      Single parent
Satu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak ( kandung atau angkat )
4.      Single Adult
Satu rumah tangga yang hanya terdiri dari seorang dewasa
5.      Keluarga berantai
Keluarga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang mempunyai anak dari perkawinannya terdahulu ditambah anak sekarang
6.      Keluarga Berkomposisi
Keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup bersama
7.      Keluarga kabitas
Keluarga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan menjadi satu keluarga tanpa ikatan pernikahan
d. Fungsi Keluarga
1.      Fungsi afektif
Berfungsi untuk mempertahankan kestabilan pribadi dan pemenuhan kebutuhan psikologis setiap anggota termasuk kasih sayang
2.      Fungsi Sosial
Sebagai sarana untuk melakukan kontrak social bagi anggota keluarga di dalam / di luar rumah
3.      Fungsi Reproduksi
Mempunyai kewajiban sebagai penerus generasi baru dengan memiliki anak
4.      Fungsi Pengontrol
Memberikan pendidikan, norma-norma agar keharmonisan keluarga tetap terjaga
5.      Fungsi Ekonomi
Keluarga berperan sebagai sumber dana dan pengaturnya
6.      Fungsi Pemenuhan Kebutuhan Fisik
Berfungsi memenuhi kebutuhan makan dan minum, pakaian, perumahan dan kesehatan keluarga
e. Tugas Kesehatan Keluarga
Menurut Fried Mann : 1998
1.      Mengenal masalah kesehatan
2.      Membuat keputusan kesehatan
3.      Memberi perawatan kepada anggota keluarga
4.      Mempertahankan dan menciptakan suasana rumah
5.      Mempertahankan hubungan dengan fasilitas kesehatan
f. Struktur Peran
      Peran atau serangkaian prilaku yang sesuai dengan posisi sosial yang     diberikan.
g. Struktur Kekuatan
      Merupakan kemampuan dari individu untuk mengendalikan atau           mempengaruhi untuk merubah prilaku orang lain kearah positif.
h. Tahapan Perkembangan Keluarga
1.      Pasangan baru menikah ( keluarga baru )
2.      Kelahiran anak pertama ( kahamilan – kelahiran anak pertama)
3.      Keluarga dengan anak usia pra-sekolah
4.      Keluarga dengan anak usia sekolah
5.      Keluarga dengan anak usia remaja
6.      Keluarga dengan anak usia dewasa
7.      Keluarga dengan usia pertengahan
8.      Keluarga dengan usia lanjut
C. Asuhan Keperewatan Teoritis Keluarga Dengan TB Paru
a. Pengkajian Keluarga
1.      Wawancara keluarga
2.      Obserfasi fasilitas rumah
3.      Pemeriksaan fisik dari anggota keluarga
4.      Data sekunder
      Hal yang harus dikaji dalam keluarga adalah
-          Data umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi:
1.      Nama kepala keluarga
2.      Alamat dan telepon
3.      Pekerjaan kepala kelarga
4.      Pendidikan kepala keluarga
5.      Komposisi keluarga
6.      Genogram
7.      Tipe keluarga
Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala atau masalah-masalah yang terjadi dengan jenis tipe keluarga tersebut. Biasanya keluarga dengan adanya anggoota keluarga yang menderita TBC ini memiliki tipe keluarga extended family (keluarga besar).
8.      Suku bangsa
Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut mengidentifikasi budaya, suku bangsa tersebut terkait dengan masalah kesehatan
9.      Agama
Mengkaji agama yang dianut keluarga serta kepercayaan yang dapat mempengaruhi kesehatan. Biasanya tidak ada yang mempengaruhi dari segi agama terhadap penyakit TBC
10.  Status sosial ekonomi
Satus ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan keluarga, biasanya keluarga dengan ekonomi lemah yang banyak menderita TBC. Selain itu status sosial ekonomi keluarga ditentukan pula oleh kebutuhan yang dikeluarkan keluarga serta barang-barang yang dimiliki keluarga.
11.  Aktifitas Rekreasi Keluarga
Rekreasi keluarga tidak hanya dilihat dari kapan saja keluarga pergi bersama-sama mengunjungi tempat rekreasi namun dengan menonton TV dan mendengarkan radio juga merupakan aktifitas rekreasio keluarga.
12.  Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
-          Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkebangan keluarga ditentukan oleh anak tertua dari keluarga inti.
-          Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan  tersebut belum terpenuhi
-          Riwayat keluarga inti
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatn kepada keluarga inti yang meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (status imunisasi ), sember kesehatan yang digunakan keluarga serta pengalaman-pangalaman terhadap pelayanan kesehatan.
-          Riwayat keluarga sebelumnya
Menjelaskan mengenai kesehatan pada keluarga dan pihak suami dan istri
13.  Pengkajian lingkungan
-          Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luas rumah, tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan, peletakkan perabotan rumah tangga, jenis septitank, jarak septitank dengan sumber air minum, denah rumah.Biasanya karakteristik rumah kurang bersih ventilasi yang kurang.
-          Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas setempat yang meliputi kesehatan fisik, aturan, kesepakatan penduduk setempat, budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan
-          Mobilitas keografis keluarga
Mobilitas geografis ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah tempat.
-          Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskanmengenai waktu yang digunakan keluargauntuk berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana keluarga berinteraksi dengan mastyarakat.
-          Sistim pendukung keluarga
-          Yang termasuk pada sisitim pendukung keluarga adalah jumlah anggota keluarga yang sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang keaehatan, fasilitas mencakup fasilitas fisik, fasilitas psikologis atau dukungan dari anggota keluarga dan fasilitas social atau dukungan dari masyarakat setempat.
14.  Struktur keluarga
-          Pola komunikasikeluarga
Menjelaskan mengenai cara berkomunikasi antar anggota keluarga .
-          Struktur kekuatan keluarga
-          Menjelaskan mengenai kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi orang lain untuk merubah prilaku. Sejauh mana keluarga memenuhi sandang, pangan, dan papan serta sejauh mana keluarga memenfaatkan sumberdaya yang ada dimasyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan.
15.  Stres dan koping keluarga
-          Stresor jangka panjang dan pendek
·         Stresor jangka pendek yaitu permasalahan yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu yang kurang dari 6 bulan
·         Stresor jangka panjng yaintu permasalahan yang dialami kelurga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu yang lebih dari 6 bulan.
-          Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Sejauh mana keluarga berespon terhadap masalah
-          Strategi koping yang digunakan
Strategi koping keluarga yang digunakan keluarga bila menghadapi masalah
-          Strategi adaptasi disfungsional
Menjelaskan mengenai strategi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi masalah
16.  Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukanpada semua anggota keluarga. Metode yng digunakan tidak jauh berbeda dengan diklinik an pemeriksaan fisik ditemukan, badan yang lemah, napas yang sesak, dan kadang disertai dengan nyeri dada dan turgor kulit yang jelek.
17.  Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat mwnanyakan harapan keluarga terhadap petugas keehatan yang ada. Biasanya keluarga mengharapkan mengharapkan agar permasalahan kesehatan yang ada pada keluarga dapat teratasi.
b. Perumusan diagnosa keperawatan
            Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang
           didapatkan pada pengkajian .Tipologi dari diagnosa keperawatan:
-          Aktual( terjadi defisit / gangguan kesehatan)
Dari hasil pengkajian diperoleh data dan gejala mengenai tanda dan gejala dari gangguan kesehatan
-          Resiko ( ancaman kesehatan )
Sudah ada data yang menunjang namun belum terjadi gangguan
-          Potensial (keadaan sejahtera” well ness”)
Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat ditingkatkan.

-          Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara formal maupun informal.
-          Nilai atau norma keluarga
Menjelaskan tentang nilai dan norma yang dianut oleh keluarga yang berhubungan dengan kesehatan.

18.  Fungsi keluarga
-          Fungsi Afektif
Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya. Bagaimana kehangatan tercipta pada anggot keluarga dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling menghargai
-          Fungsi sosialiasi
Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam keluarga, sejauh mana anggota keluarga belajar disiplin, norma dan budaya serta prilaku.
-          Fungsi perawatan keluarga
Menjelaskan tentang sejauh mana keluarga menyediakan makanan, pakaian, perlindungan serta merawat anggota keluarga yang sakit. Sejauh mana pengetahuan keluarga mengenal sehat-sakit. Kesanggupan keluarga dalam melaksanakan perawatan kesehatan dapat dilihat dari kemampuan keluarga melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga.
-          Fungsi Reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi yaitu:
Ø  Berapa jumlah anak yang direncanakan keluarga
Ø  Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga
Ø  Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah anggota keluarga
-          Fungsi Ekonomi
      Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga dan sejauh manakeluarga memenuhi sandang, pangan, dan papan, serta sejauh man keluarga memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat dala upaya meningkatkan kwalitas keluarga.
Dalam masalah TBC ini diagnosa keperawatan keluarga yang mungkin dapat ditemukan adalah:
-          Resiko tinggi penularan TBC terhadap keluarga Ny. E b/d ketidak mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang TBC.
-          Brsihan jalan napas kurang efektif b/d kurangnya pengetahuan keluarga dalam merawat amnggota keluarga yang TBC
-          Gangguan pemenuhan nutrisi terhadap Ny. E b/d ketidak mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang TBC
-           
c. Perencanaan Keperawatan Keluarga
            Perencanan keperawatan keluarga terdiri dari penetapantujuan, Yng mencakup tujuan umum dan khusus serta dilengkapi dengan kriteri dan standar. Kriteria dan standar merupakan pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dan setiap tindakan keperawatan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan.
d. Tahap tindakan keperawatan keluarga
            Dalam tahap melakukan tindakan keperawatan keluarga meliputi 5 tugas kesehatan keluarga yakni :
1.      Mengenal masalah kesehatan
2.      Membuat keputusan kesehatan
3.      Memberi perawatan terhadap anggota keluarga
4.      Mempertahankan dan menciptakan suasana rumah
5.      Mempertahankan hubungan dengan fasilitas kesehatan
e. Tahapan Evaluasi
            Merupsksn tshspsn skhir menilai tindakan yang dilkukan kepada keluarga, menilai data subjek, objek, analisa, perkembangan.







BAB III
Tinjauan Kasus
I. Pengkajian Keluarga
a.      Data Umum
1. Nama Keluarga (KK)      : Tn. Y
2.Umur                                    : 26 Tahun
3.Pekerjaan                             : Pegawai Swasta
4.Pendidikan tarakhir            : DIII
5.Alamat                                  : Belakang Kompi Bantuan No. 7
             6.Komposisi keluarga            :
No
Nama
JK
Umur
Pddk
Pekerjaan
Status imunisasi
BCG
DPT
HP
CMPK
Polio
1
2.
3
4
5
6
Ny. E
An. M
Tn. A
Ny. L
Tn. R
Nn. R
P

25 th
8 bln
69th
54th
23th
23th
PGSD
-
SMP
SMP
SMA
SMA
IRT

Pensiunana
IRT
Swasta
Wiraswasta

ü   

ü   

ü   



ü   


7. Genogram
                       
 











Keterangan tanda :
                                          : Anggota keluarga yang laki-laki
                                          : Anggota keluarga yang perempuan
                                          : entry point
 

                                          : Yang tinggal serumah

Keluarga inti Tn Y dengan istrinya Ny E dan satu anak tinggal serumah dengan kedua orang tua Tn Y,dua adik Tn Y dan adik mertua Tn Y. Tn Y anak kedua dari empat bersaudara ,sedangkan Ny E anak ke empat dari empat bersaudara,dan Tn Y mempunyai seorang anak yang berumur 8 bulan.
8. Tipe Keluarga
Tipe keluarga ini adalah extended family (keluarga besar dimana keluarga inti ditambah dengan kedua orang tua Tn Y,dua adik dari Tn Y,adik mertua dari Tn Y,. Ny E mengatakan dia merasa kesulitan dalam membiayai keluarganya penyakit yang dideritanya yaitu Tbparu membuat Ny. E harus berhenti bekerja sebagai seorang guru di salah satu sekolah swasta di Padang.
9. Suku Bangsa
Anggota keluarga dengan kebudayaan minang. Dimana kedua belah pihak memiliki suku yang berbeda yakni: Tn Y bersuku tanjung  Jambak, sedangkan  Ny E bersukukan Sikumbang. Tidak ada yang mempengaruhi kesehatan dalam segi kebudayaan.
10. Agama
 Keluarga ini menganut Agama  Islam, menurut  Ny E  anggota  keluarganya ada menjalankan Syariat sesuai dengn Agama yang dianutnya. Walaupun menurut Ny E keluarga lebih banyak mengerjakan ibadah shalat dirumah.
11. Status Sosial Ekonomi
Menurut Ny E kesulitan dalam masalah ekonomi karena suaminya hanya sebagai guru di MDA dengan penghasilan Rp 400.000,- , mertua laki- lakinya seorang pensiunan yang diterima tiap bulanya Rp 800.000,- adik  Tn Y punya usaha pembuatan pot bunga dengan penghasilan setiap minggunya Rp.1.000.000,- , adik Tn Y juga bekerja di sebuah Café dengan penghasilan perbulan Rp 700.000,- dan Ny. L juga berjualan sate di depan rumah dengan penghasilan perhari Rp 30.000,-.Biaya rumah tangga di biayai bersama ,unyuk biaya rekening juga di tanggung bersama ,untuk membeli susu untuk anak mereka dibantu oleh adik Tn Y,karena An M tidak minum asi lagi.
12. Aktifitas Rekreasi Keluarga
Menurut Ny E keluarga tiak ada meluangkan waktu khusus untuk berekreasi bersama. Wujud rekreasi dalam keluarga ini hanyalah berkumpul bersama pada malam hari didepan TV, itupun juga pada waktu yang tidak menentu.Ada juga Tn. Y mengajak Ny E,anak mereka An M berekreasi ke pantai dan taman hiburan dalam satu kali sebulan.
II. Riwayat dan Tahap Perakembangan Keluarga
13.Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Inti Tn Y mempunyai 1 orang anak, saat ini keluarga sedang       menghadapi perkembangan keluarga dengan anak usia bayi.
14. Tugas perkembangan yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah, menciptakan hubungan lingkungan dan keluarga yang sehat. Dimana belum mampunya keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat untuk mendukung kesehatan keluarga.
Tugas perkembangan keluarga yang harus dipenuhi pada saat ini :
ü  Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
ü  Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga( terutama Ny E)
ü  Mensosialisaikan An Y yang dalam tahap perkembangan
15. Riwayat Keluarga Inti
Tn y
Bekerja sebagai guru di MDA ,dan tidak pernah menderita sakit yang serius ,tidak ada riwayat penyakit keturunan,kalau sakit hanya sakit flu biasa dan membawa berobat ke puskesmas.
Ny E
Dulu bekerja di sekolah sebagai guru,sekarang Ny. E tidak bekerja lagi karena mngeluh sakit pada dada ,batuk ,nafas sesak Ny. E menderita TB Paru sekarang dalam perawatan, sedang menjalani  OAT + 1 bulan yang lalu. Sebelum nya Tn Y mengontrak di simpang haru dekat dengan sekolah tempat Ny E mengajar karena sakit maka mereka pindah kerumah orang tua Tn Y
An M
Berumur 8 bulan dengan berat badan 8 kg, imunisasi ada lengkap ,yang belum imunisasi campak pada umur 9 bulan, Ny E mengatakan An M juga menderita TB diketahui dari hasil labor klinik ,sementara hasil test mantouk Negatif, hasil rontgen dalam batas normal, minum OAT akibat terular dari Ny E dari hasil labor klinik mengharuskan An M minum obat TB.An M tidak minum Asi lagi semenjak Ny E sakit karena asi tidak ada lagi .
16. Riwayat keluarga sebelumnya
Tn A
Seorang pensiunan PNS dan sekarang di rumah tanpa ada kegiatan,Tn A mengatakan selama ini belum pernah mengalami sakit yang serius,dulu pernah mendrita penyakit malaria,sekarang kalau sakit hanya flu biasa ,batuk biasanya Tn A berobat ke puskesmas.dan tidak ada riwayat penyakit degeratif.
Ny L
Seorang ibu rumah tangga ,kegiatan di rumah saat ini berjualan sate didepan rumah,selama ini Ny L tidak pernah menderita saklit yang serius ,kalau sakit hanya sakit flu biasa dan sakit  kepala ,biasanya di bawa ke puskesmas.Tidak ada riwayat penyakit degenerative.
Tn R
Tn R adalah adik dari TnY kegiatan hariannya dalah membuat pot bunga ,belum pernah sakit yang serius ,kalau sakit hanya sakit flu biasa, batuk dan sering beli warung agar sembuh.
            Nn R
Nn R adik drai Tn Y saudara kembar dari Tn R yang bekerja di sebuah kafe dan sering pulang malam,selama ini belum pernah sakit yang serius,hanya sakit flu biasanya kalau sakit berobat ke puskesmas.
:III. PengkajianLingkungan
17. Karakteristik Rumah
   Wc
R mkn                                           Dapur             

 


Kamar       Kamar R. Tamu          Kamar
                                                      Klien
 

Kamar
Ø  Status kepemilikan      : Rumah Tn Y merupakan rumah orang tua Tn Y
Ø  Rumah                         : Permanan dengan 4 kamar ruang keluarga
 bergabung dengan ruang makan disamping ruang       makan ada dapur,rumah tampak gelap kalau lampu   dimatikan,sehingga lampu tetap menyala.
Ø  Loteng                         : Ada memakai loteng .
Ø  Ruangan                      : Tampak gelap kalau lampu lampu dimatikan
                                      karena ruang keluarga tidak ada jendela.
Ø  Dapur                          : Berdinding betontapi tidak ada jendela.
Ø                 WC                  :Ada ,pakai septic tang yang berjarak dengan rumah  4 meter.
Ø  Sumber air minum       : Air sumur pakai  cincin
Ø  SPAL                          : Mengalir langsung ke selokan di belakang rumah
                                     dan berjalan lancar
Ø  Kondisi ruah               : Saat pengkajian rumah tampak berantakan dan
                                     kotor, rumah tidak ada pekarangan,hanya ada teras.                                                                        
18. Karakteristik Tetanga dan Komunitas RW
Masyarakat di sekitar rumah keluarga Tn Y cukup ramah mereka peduli satu sama lain karena masih penduduk asli .


19. Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis berdasarkan tempat tinggal yang berpindah, sebelumnya keluarga Tn. Y mengontrak di dekat sekolah Ny E mengajar di simpang aru karena Ny E sakit maka mereka pindah kerumah orang tua Tn Y.
20. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul adalah pada  malam hari, yakni pada saat makan malam bersama dan diwaktu menonton acara di TV. Interaksi keluarga dengan masyarakat sekitar cukup baik.
IV.  Struktur Keluarga

21.Pola Komunikasi Kelurga
                   Pola komunikasi antar anggota keluarga baik,pengambil keputusan dalam keluarga adalah Ny E, biasanya keputusan dirembukkan terlebih dahulu. Hubungn antara Ny E dan Tn Y baik, walaupun Ny E sudah tidak bekerja lagi, dan sakit TB Paru  namun tampak Tn Y sangat menghargai istrinya.
22. Struktur Kekuatan Keluarga
                   Tn y sudahhmengenal karakteristik masing-masing anggota keluarga Tn Y ,maka keluarga dapat  melaksanakan tanggung jawab masing-masing.
23 Struktur dan Peran
                   Yang berperan sebagai kepala keluarga adalah Tn Y, dapat menafkahi keluarganya dengan gaji yang tidak memadai sedangkan Ny E berperan sebagai ibu rumah tangga. Sebagian kebutuhan keluarga kaang –kadang dibantu oleh keluarga Tn Y.
24. Nilai dan Norma dan Budaya
Nilai dan norma budaya yang dianut tidak ada yang mempengaruhi kesehatan.
V. Fungsi Keluarga
25. Fungsi Afektif
            Semua anggota keluarga merasa nyaman bila berada didalam keluaraga, rasa memiki dan dimiliki cukup tinggi dalam keluarga ini. Itu semua dibuktikan dengan sakitnya Tn R membuat anak-anaknya tetap menghargainya sebagai ayah mereka.

26. Fungsi Sosial
Keluarg Tn R mebjalankan fungsi sosialnya dengan baik,terbukti dengan interaksi keluarga dengan masyarakat yang bias dikatakan baik.
27. Fungsi Perawatan Keluarga
Ø  Keluarga Tn Y kurang mampu mengenal masalah kesehatan, hal ini terbukti dengan ketidak tahuan keluarga tentang penyebab penyakit yang diderita Ny E secara keseluruhan. Pada  umumnya keluarga Tn Y mengetahui sebagian  mengenai penyakit yang diderita Ny E . Cara penularan dan cara pencegahan penularan yang belum dimengerti oleh keluarga ini.
Ø  Keluarga tidak mampu mengambil keputusan dalam tindakan yang tepat untuk pengobatan TBC. Hal tersebut terbukti dengan menularnya penyakit Ny E pada An M yang masih bayi.
Ø   Kemampun keluarga merawat, dalam hal ini dasar terhadap perawatan anggota keluarga yang TBC, yakni pencegahan penularan terhadap anggota keluarga yanmg lainnya dan kebersihan lingkungan.
Ø  Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah sehat
Keluarga tidak mampu memelihara lingkungan yang sehat dan bersih. Hal ini terbukti daribanyaknya jendela dirumah tetapi sering ditutup saja. Dan kurang pencahayaan dalam rumah.
Ø  Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan
Keluarga mampu menggunakan fasilitas kesehatan yang ada, hal ini terbukti dari tindakan Ny E yang lansung berobat ke Dr spesialia paru mencari pertolongan sewaktu Ny E pertama kali menderita TBC.




VI. Stres dan Koping Keluarga
28. Stresor jangka panjang
            Keluarga Tn Y melalui Ny E mengatakan permasalahan jangka panjang yang > dari 6 bulan adalah masalah pengupayaan terhadap kartu berobat gratis bagi Ny E. Ny E juga mengatakan kesulitan jangka panjang lainnya adalah masalah biaya hidup sehari-hari yang belum juga menunjukkan jalan keluar yang tepat karena masih dibantu oleh keluarga TnY
29. Stresor jangka pendek
Ny E mengatakan permasalahan jangka pendek yang penyelesaian waktu < dari 6 bulan,sampai kapan TnY dan Ny E dibantu keluarga Tn Y.
30. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor.
Dalam menghadapi masalah kesehatan keluarga biasanya membawa anggota keluarganya yang sakit untuk berobat ke bidan atau kepuskesmas.
31. Strategi koping yang digunakan
            Biasanya bila ada masalah dalam keluarga,keluarga menggunakan mekanisme koping yang positif, yakni mencari pemecahan dengan cara berdiskusi atau menyerahkan semua masalah kepada yang di atas apabila menemukan jalan buntu.
32. Startegi adaptasi disfungsional
Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi cukup baik, terlihat dari cara keluarga yang berusaha untuk mengatasi masalah dan konflik dapat diatasi dengan segera ,yaitu berobat ke puskesmas untuk menyelesaikan dengan baik.










VII. Pemeriksaan Fisik
No
Pem. Fisik
Tn Y
Ny E
An M
Tn A
Ny.L
Tn R
Nn R
1.       
KU :
TD
N
Penafasan
Suhu

120/80
80
20
36,5

110/70
84
28
37


100
24
36

130/80
80
24
36,4

90/80
80
20
36,3

120/80
80
24
36,7

100/60
84
20
37
2.       
Kepala :
Ketombe
Rontok

Tidak ada
Ada

Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
 ada

 ada
 ada

Tidak ada
Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada
3.       
Mata :
Simetris ka/ki
Konjungtiva
Sklera
Pupil
Pelpebra

Ya
Anemi (-)
Ikterik (-)
Isokor
Oedema (-)

Ya
Anemi (-)
Ikterik (-)
Isokor
Oedema (-)

Ya
Anemi (-)
Ikterik (-)
Isokor
Oedema (-)

Ya
Anemi (-)
Ikterik (-)
Isokor
Oedema (-)

Ya
Anemi (-)
Ikterik (-)
Isokor
Oedema (-)

Ya
Anemi (-)
Ikterik (-)
Isokor
Oedema (-)

Ya
Anemi (-)
Ikterik (-)
Isokor
Oedema (-)
4.       
Telinga :
Simetris ki/ka
Pendengaran
Peradangan

Ya
Baik
(-)

Ya
Baik
(-)

Ya
Baik
(-)

Ya
Baik
(-)

Ya
Baik
(-)

Ya
Baik
(-)

Ya
Baik
(-)
5.       
Hidung :
Lobang hidung
Kelainan

Sekret (-)
(-)

Sekret (-)
(-)

Sekret (-)
(-)

Sekret (-)
(-)

Sekret (-)
(-)

Sekret (-)
(-)

Sekret (-)
(-)
6.       
Mulut :
Gigi
Lidah
Bibir
Tonsil

Caries (-)
Bersih
Lembab
Radang (-)

Caries (-)
Bersih
Lembab
Radang (+)

Caries (-)
Bersih
Lembab
Radang (-)

Caries (-)
Bersih
Lembab
Radang (-)

Caries (+)
Bersih
Lembab
Radang (-)

Caries (-)
Bersih
Lembab
Radang (-)

Caries (-)
Bersih
Lembab
Radang (-)
7.       
Leher :
Pembesaran KGB
Tiroid

(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)

(-)
(-)
8.       
Thorax :
Simetris ki/ka
Ronchi
Premitus

Ya
(-)
Ka/ki

Ya
(-)
Ka/ki

Ya
(-)
Ka/ki

Ya
(-)
Ka/ki

Ya
(-)
Ka/ki

Ya
(-)
Ka/ki

Ya
(-)
Ka/ki
9.       
Jantung :
Bunyi
Letak

Normal
Normal

Normal
Normal

Normal
Normal

Normal
Normal

Normal
Normal

Normal
Normal

Normal
Normal
10.   
Abdomen :
Pembesar hepar/lien
Bising usus

Teraba (-)
(+)

Teraba (-)
(+)

Teraba (-)
(+)

Teraba (-)
(+)

Teraba (-)
(+)

Teraba (-)
(+)

Teraba (-)
(+)
11.   
Ekstremitas atas :
Oedema
Nyeri
Sianosis ujung jari

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( + )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )
12.   
Ekstermitas bawah
Oedema
Nyeri
Varices

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )

( - )
( - )
( - )
13.   
Kulit :
Turgor
Gatal
Kelainan

Baik
( - )
( - )

Baik
( - )
( - )

Baik
( - )
( - )

Baik
( - )
( - )

Baik
( - )
( - )

Baik
( - )
( - )

Baik
( - )
( - )

VIII.
Harapan Keluarga
Keluarga Tn Y melalui Ny E  mengatakan harapan keluarganya terhadap masalah tersebut dapat diatasi dan tidak mempengaruhi tubuh kembang anak mereka yang berumur 8 bulan.Harapan keluarga terhadap kunjungan perawat adalah dapat memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang dihadapi keluarga Tn Y dan membantu mengatasi masalah tersebut .Dan dengan adanya kunjungan perawat pada keluarga  juga dapat menambah pengetahuan keluarga.










B. Analisa Data
No
Data
Masalah
Penyebab
1



















2







Do:  Ny E tampak:  lemah
Napas :28 x /i
T/D    :115/80 mmhg
 Nd     : 88 x /i
 Ronchi  positif
Batuk (+)
Ruang keluarga Tn Y kurang pencahayaan
Batuk Tidak menutup mulut
Buang dahak di sembarang tempat
Ds: Ny E mengatakan bila banyak berakti fitas napasnya sesak
Ny E mengatakan batuknya berda hak terkadang bercampur darah
Ny E mengatakan nafsu makannya menurun
Ny E mengatakan tidak tahu cara perawatan dan pencegahan dari TB paru

Do:  Ny L
Kaki Ny L telihat udema
T/ D      120/80
Napas    : 30 x/i
Nadi      : 112 x/i
Ny M tampak memegang lututnya
yang sakit

Ds :  Ny. M mengatakan sakit pada sendi
 terutama pada lutut
Ny. M mengatakan sakit pada lutut
 terasa pada pagi hari.

Resiko tinggi penularan TB Paru


















Gangguan rasa nyaman nyeri sendi tingkat sedang
Ketidak mampuan ke luarga dalam merawat anggota keluarga dengan menderita TBC















Kurangnya pengetahuan  keluarga dalam mengenal   ang gota keluarga Ny D   yang rematik




C. Prioritas masalah
Diagnosa I   : Resiko tinggi penularan TB Paru b/d Ketidak mampuan keluarga Tn Y mengenal anggota keluarga Tn Y dengan TBC
No
Kriteria
Bobot
Perhitungan
N
Rasional
1.







2.






3.







4.




Sifat masalah : actual






Kemungkinan untuk dapat diu bah :mudah




Potensial untuk masalah dapat dicegah : cukup





Menonjolnya masalah  : diketahui dan berniat untuk segera diatai
1







2






1







1






3/3 x 1







2/2x 2






3/3 x 1







2/2 x 1
1







1






1







1
Ny E mengatakan napasnya sesak bila beraktifitas, badan terasa lemah, batuk berdahak


Adanya tindakan yang benar dalam merawat dan membawa berobat ke puskesmas


Ny E mengatakan masalah yang sedang dihadapi dapat dicegah karena sudah tahu OAT gratisdan meingkatkan gizi.

Ny E mengatakan masalah TBC yang menonjol sudah diketahui dan berniat lansung mengatasi


Total


4

                                   


Diagnosa II  : 
Gangguan rasa nyaman nyeri terutama Ny.L b/d ketidak mampuan keluarga Tn Y dalam mengenal anggota keluarga yang rematik

NO
Kriteria
Bobot
Perhitungan
N
Rasional
1



2







3







4







Sifat masalah : aktual


Kemungkinan masalah dapat diubah :sebagian





Potensial untuk masalah dapat dicegah  : cukup





Menonjolnya masalah diketahui dan berniat untuk segera diatasi
1



1







1







1
3/3 x 1



½ x 2







2/3 x 1







2/2 x 1






1



1







2/3







1/2
Ny M mengatakan sudah lama menderita rematik

Ny M mengatakan bahwa dirinya menderita rematiknamun Ny M belum tahu merawat sakit sendi yang dirasakannya

Ny M mengatakan bila sudah tahu cara merawat sendi yang nyeri dan pola makan pada penderita rematik


Ny M mengatakan masalah ini sudah biasa diderita kalau hari menjelang siang sakit pada sendinya mulai berkurang



Total

3  2/3

                                               




E.INTERVENSI KEPERAWATAN
No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Intervensi
Umum
Khusus
Kriteria
Standar
1.











































































































































































































Resiko terjadinya penularan Tb Paru pada keluarga Tn Y khususnya Ny E pada anggota keluarga yang lain  b/d katidak mampaun keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita TB Paru.







































































































































































Gangguan rasa nyaman nyeri terutama Ny M b/d ketidak mampuan keluarga Tn Y dalam mengenal anggota keluarga yang rematik

























Setelah dilakukan pertemuan dengan 3 kali pertemuan diharapkan keluarga Ny E mampu mengenal dan merawat anggota keluarga yang TBC






































































































































































Setelah dilakukan pertemuan seba nyak 3 kali perte muan diharapkan keluarga mampu mengenal Ny M ang gota keluarga de ngan rematik
Setelah dila kukan perte muan seba nyak 3 kali pertemuan di harapkan ke luarga mampu:
1.Mengenal masalahTBC
Ø Mengenal apa itu TBC







Ø Apa penyebab TBC















Ø Tanda dan gejala TBC











2.Mengambil
   keputusan Tentang
   TBC Paru






Ø Apa akibat lanjut dari TBC















3.Merawat anggota
    keluarga dengan
    TBC Paru

ØBagaimana perawatan TB Paru




Ø.Pencegahan
 TB Paru.














4.Modifikasi
   Lingkungan

Ø    Lingkungan yang sehat untuk TB Paru







5.Mempertahankan hubungan dengan pelayan kesehatan






Setelah dila kukan perte muan seba nyak 3 kali pertemuan diharapkan ke luarga mampu:
A.   Mengenal masalah kesehatan
-Mengenal apa itu re matik





-Penyebab rematik










-Tanda dan gejala rematik









B.Mengambil keputusan tentang rematik

-Akibat lan jut dari rematik






C.Merawat anggota dengan rematik
-Perawatan rematik
















- Makanan yang dian jurkan






D.Ciptakan linkungan yang nyaman bagi penderita rematik

-      Lingkungan yang tepat untuk Ny L yang rematik




Mampu mempertahankan hubungan denga pelayanan kesehatan









Verbal







Verbal















Verbal











Verbal









Verbal















Verbal









Verbal

















Non Verbal








Verbal







Verbal











Verbal











Verbal









Verbal










Verbal















Verbal










Non verbal










Non verbal






Klien dapat menyebutkan pengertian dari TBC
TBC adalah:
Penyakit infeksi kronis dan menular. Infeksi dapat mengenai berbagai organ dalam tubuh, tetapi daerah yang paling disenangi adalah jaringan paru.

Klien dapat mengetahui dan menyebutkan penyebab dari TBC

Penyebab TBC ;
TB paru disebabkan oleh kuman yang bernama Mycobacterium Tuber culosis:
o   Kuman dapat berta han dalam udara kering atau dingin dan sangat rentan terhadap sinar mata hari
o  Kuman juga bersifat aerob (jaringan yang tinggi kadar oksigennya, yakni paru-paru





Klien dapat mengetahui dan mengenal tanda dan gejala TBC.

Tanda dan gejala TBC:
o Demam kadang disertai menggigil terutama dimalam hari
o Batuk yang lebih dari 2 minggu dan berdahak
o Sesak napas
o Nyeri dada
o Malaise, berupa tak ada nafsu makan, berat badan turun, keringat malam, cepat lelah

Keluarga dapat menye butkan mengenai akibat lanjut dari TBC
Akibat lanjut dari TBC:
o Sesak napas
o Batuk dengan bercak merah
o Tekanan darah rendah
o Meninggal





Keluarga Tn Y dapat merawat anggota keluarga yang TB Paru
Perawatan TBC:
o Meningkatkan istirahat
o   Jika hidung tersumbat cepat bersihkan
o Bila demam segra kompres dengan air hangat
o Banyak minum air hangat kira- kira 10 gelas/hari
o Bila batuk tutup dengan sapu tangan karena kuman dapat terhisap oleh orang lain
o Jika batuk berdahak buang dahak pada tempat yang tertutup
o Segera periksakan da hak ketempat pela yanan yang tersekat
o Pengadaan dan distri busi yang cukup dan tidak terputus

Keluarga dapat menyebutkan tentang pencegahan TB Paru:
o Hindari kontak dengan penderita TBC
o Tingkatkan maka dengan makanan yang bergizi
o Membiasakan hidup sehat
o Segera obati jika ada anggota keluarga yang menderita TBC



Keluarga dapat me ngerti lingkungan yang sehat terhadap TB Paru.
Lingkungan yang sehat untuk TB Paru:
o Bersih dan rapi
o Ventilasi yang cukup
o Penerangan sinar mata hari yang cukup, karena kuman dapat mati dengan sinar matahari
o Tidak lembab
o Membuang dahak pada wadah tertentu yang tertutup






Keluarga dapat memo difikasi lingkungan un tuk anggota keluarga Tn R yang TBC
Modifikasi lingkungan
o Bersih
o Membuka jendela dan pintu terurama disiang hari
o Merapikan perabot ru mah tangga
o Menjemur peralatan tidur Karena sinar ma tahari dapat membunuh kuman




Keluarga menbawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan






Keluarga dapat menge naldan mengerti apa itu rematik
Rematik adalah:
Penyakit peredangan pada sendiyang bers ifat menahun atau kronis,yang dapat menyebabkan peru bahan pada sendi, terutama pada indi vidu yang > 40 tahun





Keluarga dapat menge tahui penyebab dari rematik
Penyebab rematik:
Ø  Proses penuaan. U  mur diatas 40 tahun
Ø  Jenis kelamin
Perempuan > laki-laki
Ø  Cedera atau trauma tulang yang menye babkan kerusakan tu lang ataupun sendi
Ø  Infeksi pada tulang/sendi
Ø  Kegemukan(Obesitas)
Mengakibatkan beban yang berlebih pada sendi dan tulang

Keluarga dapat mengetahui tanda dan gejala rematik
Tanda dan gejala:
Ø  Nyeri dan kaku pada sendi
Ø  Rasa kesemutan pada kaki dan tangan
Ø  Bengakak pada sensi sehingga pergerakan terbatas
Ø  Sendi berbunyi
Ø  Berat badan menurun
Ø  Nafsu makan berku rang
Ø  Kadang-kadang diser tai demam

Keluaraga dapat menge tahui akibat lanjut rematik
Akibat lanjut rematik:
Ø  Pengeroposan tulang
Ø  Demam terus-me nerus
Ø  Daya tahan tubuh menurun
Ø  Beratbadan menurun
Ø  Kurang darah
Ø  Mulut kering




Keluarga dapat mengerti cara merawat Ny L yang rematik
Perwatan rematik:
Ø  Kompres hangat
Ø  Olah raga teratur
Ø  Mengatur keseimbangan antara idtirahat dan aktivitas
Ø  Tidak bekerja terlalu berat
Ø  Makanan tinggi serat, vit c dan zat basi
Ø  mengatur duet ntuk penurunan barat badan terutama penderita gemuk
Ø  Senam rematik
Ø  Jaga keamana lingku ngan rumah




Keluarga dapat mengetahui makanan yang dianjurkan untuk penderita rematik
Makanan yang dianjur kan:
Ø  Nasi,roti,kentang,jagung tempe dan susu
Ø  Sayur-sayuran kecuali kacang polong
Ø  Buah-buahan





Keluarga dapat mengerti lingkungan yang aman untuk penderita yang rematik
Lingkungan yang aman:
Ø  Lantai tidak licin
Ø  Cukup cahaya
Ø  Ada pegangan dalam kamar mandi
Ø  Memakai tongkat saat berjalan
Ø  Tidak duduk dilantai



Keluarga menbawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan







o Diskusikan dengan keluarga mengenai penger tian dari TBC
o Jelaskan pada keluarga tentang pengertian TBC
o Beri pujian bila keluarga mampu menyebutkan pengertian dari TBC


o Kaji pengetahuan keluarga mengenai penyebab TBC
o Jelaskan pada keluarga mengenai penyebab dari TBC
o Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
o Berikan reinforcement positif ats jawaban yang diberikan keluarga







o Diskusikan dengan keluarga mengenai tanda dan gejala TBC
o Jelaskan mengenai tanda dan gejala TBC
o Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
o Berikan reinforcement positif ats jawaban yang diberikan keluarga




o Diskusikan dengan keluarga mengenai aki bat lanjut dari TBC
o Jelaskan mengenai akibat lanjut dari TBC
o Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
o Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan keluarga

o Diskusikan dan jelaskan  pada keluarga tentang tanda dan gejala TBC
o Jelaskan tentang perawatan TB Paru
o Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
o Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan keluarga








o Diskusikan dengan kelu arga mengenai pencegahan terhadap TBC
o Terangkan pada keluarga cara mencegah TBC
o Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
o Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan keluarga

o Diskusikan dengan keluarga mengenai lingkungan yang sehat untuk TB Paru
o Jelaskan pada keluarga mengenai lingkungan yang sehat untuk TB Paru
o Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
o Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan keluarga
o Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan keluarga



o  
o Diskusikan dengan keluarga mengenai cara memodifikasi lingku ngan
o Jelaskan pada keluarga mengenai cara memo difikasi lingkungan
o Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
o Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan keluarga


o    Diskusikan dengan keluarga yentang pelayanan kesehatan
o    Beri pujian atas kemampuan keluarga yang telah memilih tempat pelayana kesehatan
o    Jelaskan pada keluarga tentang pelayan kesehatan.

o  Diskusikan dengan keluarga tentang pengertian rematik
o  Jelaskan pengertian rematik
o  Minta keluarga kembali menyebutkan apa yang telah diterangkan
o  Berikan reinforcement positif





Ø  Diskusikan dengan keluarga tentang penyebab rematik
Ø  Jelaskan pada keluarga mengenai penyebab rematik
Ø  Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
Ø  Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan



Ø  Diskusikan dengan keluarga mengenai tanda dan gejala rematik
Ø  Jelaskan tanda dan gejala rematik
Ø  Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
Ø  Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan


Ø  Diskusikan dengan kelu arga tentang akibat lanjut rematik
Ø  Jelaskan akibat lanjut rematik
Ø  Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
Ø  Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan



Ø  Diskusikan dengan keluarga mengenai perawatan rematik
Ø  Jelaskan cara perawa tan rematik
Ø  Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
Ø  Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan








Ø  Diskusikan dengan keluarga tentang makanan yang dian jurkan untuk Ny I yang menderita rema tik
Ø  Jelaskan mengenai makanan yang dian jurkan
Ø  Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
Ø  Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan

Ø  Diskusikan dengan keluarga mengenai lingkungan yanmg aman
Ø  Jelaskan lingkungan yang amn untuk rematik
Ø  Minta keluarga kembali menyebutkan tentang apa yang telah dite rangkan
Ø  Berikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan

o    Diskusikan dengan keluarga yentang pelayanan kesehatan
o    Beri pujian atas kemampuan keluarga yang telah memilih tempat pelayana kesehatan
o    Jelaskan pada keluarga tentang pelayan kesehatan.




F. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
No
Diagnosa Keperawatan
Implementasi Dan Evaluasi
Tanggal
1














































































































2.


























Resiko terjadinya  penularan TB Paru  b/d ketidak mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang TB paru khususnya Ny E











































































































Gangguan rasa nyaman nyeri terutama pada Ny I b/d ketidak mampuan keluarga Tn R dalam mengenal anggota keluarga dengan rematik






















Impelementasi :
1.      Mengenal masalah TBC Paru
-      Membina hubungan saling percaya dan terbuka dengan klien
-      Mendiskusikan dengan keluarga tentang penger tian,penyebab tbc, tanda dan gejala,
2.      Mengambil keputusan tentang TBC paru
-          Menjelaskan Akibat lanjut dari TBC Paru
-          Meminta keluarga untuk menebutkan kembali akibat lanjut dari TB paru
3.      Merawat anggota dengan TBC paru
-          Menjelaskan cara merawat, pencegahan dari TB Paru
-          Meminta keluarga untuk menyebutkan kembali cara dan pencegahan TB Paru
4.      Ciptakan lingukungan yang nyaman bagi TB Paru
-          Mejelaskan lingkungan yang baik,dan memodifikasi lingkungan untuk TB paru
-          Meminta keluarga untuk menyebutkan lingkungan yang baik untuk TB Paru
5.      Mempertahankan hubungan dengan pelayanan kesehatan
-       Mendiskusikan dengan keluarga tentang pelayan kesehatan
-       Meminta keluarga menjelaskan manfaat pelayanan kesehatan.

Evaluasi :
S  :
-          Ny E dan keluarga  menga takan sudah mengerti menge nai pengertian,tanda dan gejala, penyebab dan perawatan pada  Ny E yang menderita TBC
-          Keluarga mengatakan mau menerima kehadiran pera wat

O  :
Keluarga Tn Y dapat meyebutkan pengertian TB, penyebab TB, tanda dan gejala TB paru

A :
-       Tuk I dan Tuk II tercapai

P :
-          Intervensi dilanjutkan dengan Tuk III cara perawatan TB Paru, pencegahan TB Paru dengan mendemonstrasikan cara pembuagan dahak yang beik pada penderita TB paru
Implementasi
Tuk III :
1.      Merawat anggota dengan TBC paru
-        Menjelaskan cara merawat, pencegahan dari TB Paru
-        Meminta keluarga untuk menyebutkan kembali cara dan pencegahan TB Paru
-        Memperaga cara membuang dahak yang baik pada pendrita YB paru
-        Mendiskusikan dengan keluarga tentang pelayan kesehatan
-        Meminta keluarga menjelaskan manfaat pelayanan kesehatan.

Evaluasi :
S :
-          Ny E dan keluarga  menga takan sudah mengerti menge nai pengertian,tanda dan gejala, penyebab dan perawatan pada  Ny E yang menderita TBC
-          Keluarga mengatakan mau menerima kehadiran perawat

O :
-          Keluarga tampak sudah mengenal apa itu TBC
-           Mampu menyebutkan tentang cara merawat dan pencegahan TB
-          Mampu menyabutkan lingkungan an baik untuk Tb paru
-          Mampu menperagakan cara membuang dahak pada TB paru.

A : TUk III tercapai
P : Intervensi dilanjutkan dengan

TU IV
Implementasi
1.      Ciptakan lingukungan yang nyaman bagi TB Paru
-          Mejelaskan lingkungan yang baik,dan memodifikasi lingkungan untuk TB paru
-          Meminta keluarga untuk menyebutkan lingkungan yang baik untuk TB Paru
2.      Mempertahankan hubungan dengan pelayanan kesehatan
-       Mendiskusikan dengan keluarga tentang pelayan kesehatan
-       Meminta keluarga menjelaskan manfaat pelayanan kesehatan.

Evaluasi
S :
-          Ny E dan keluarga  menga takan sudah mengerti  lingkungan yang baik untuk TB Paru menge nai pengertian,tanda dan gejala, penyebab dan perawatan pada  Ny E yang menderita TBC
-          Keluarga mengatakan mau menerima kehadiran pera wat

O :
-          Keluarga mampu menyebutkan linkungan yang baik untuk penderita TB paru.

A : Tuk IV Belum tercapai
P : Intervensi dipertahan kan karena rumah kelurag masih tampak otor

Implementasi :
-          Membina hubungan saling percaya dan terbuka terutama dengan Ny L
-          Mendiskusikan dengan kelu arga mengenai pengertian, tanda dan gejala, penyebab, akibat lanjut, perawatan, makanan yang dianjurkan, serta lingkungan yang tepat untuk Ny L dengan rematik
-          Meminta keluarga untuk menyebutkan kembali tentang apa yang sudah diterangkan
-          Memberikan reinforcement positif bila keluarga mampu menyebutkan kembali

Evaluasi :
S :
-          Keluarga terutama Ny L mengatakan sudah mengerti tentang cara perawatan terhadap rematik
-          Ny I mengatakan akan melakukan apa yang telah diajarkan

O :
-          Bengkak dikaki Ny L sudah berkurang
-          T/D 120/80 mmhg

A :
-          Masalah teratasi sebagian

I :
-          Intervensi dihentikan
3-4-2008
















































4-4 2009






























5-4-2009





















LAPORAN PENDAHULUAN

Kunjungan I tanggal  31 Maret  2008
1. Latar Belakang
            Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari keluarga inti dan anggota keluarga yang berkumpul dan tinggal di satu tempat dan saling ketergantungan.Peranan dalam keluarga dapat menggambarkan prilaku interpersonal dan kegiatan individu dalam situasi dan keadaan tertentu ,selain peranan dan fungsi keluarga antara lain asah,asih,asuhdengan cara memberikan perhatian dan kehangatan rasa aman pemeliharaan kesehatan serta kebutuhan dan pendidikan keluarga.
            Pada dasarnya ada tugas yang harus dilakukan oleh keluarga salah satunya pemeriksaan fisik dari anggota keluarga dengan cara memberikan asuhan dan pelayanan kesehatan pada keluarga .
Keluarga Tn Y merupakan pasangan yang mepunyai satu orang anak yang berumur 8 bulan dengan istrinya Ny E .Tn Y tinggal serumah dngan orang tuanya dan dua orang adik dari Tn Y.
Tn Y mekerja sebagai guru di MDA ,sementara Ny E sebagai ibu rumah tangga yang sekarang dalam perawatan pada penyakit TB Paru yang di derita Ny E dengan minum OAT.
2. Proses Keperawatan
  1. Diagnosa Keperawatan
Pada kunjungan pertama belum dapat ditegakkan diagnosa keperawatan karena masih dalam tahap pengkajian
  1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui data keluarga Tn. Y dengan masalah TBC


  1. Tujuan khusus

Mengidentifikasi data kesehatan  keluarga Tn. Y
Mengetahui data ekonomi dan social kultural
Mengetahui stress dan mekanisme koping
Mengetahui perkembangan keluarga
Mengetahui struktur keluarga
Mengetahui lingkungan keluarga

3. Implementasi Tindakan Keperawatan
  1.  Metode
      Metode yang digunakan : Tanya jawab
b.   Media
      Dengan menggunakan format pengkajian dan CHN Kid,pena, ,tensimeter,thermometer,timbangan,hamer,meteran
c.   Waktu dan tempat
      Tanggal 3l Maret  2008 jam 10.00-1100, dirumah Tn. Y belakang kompi ban  no  7
d.   Topik
      Pengkajian peemeriksaan fisik.
e.   Setting tempat                        Keterangan
                                                          : keluarga
                                                          : Mahasiswa


4. Krteria Evaluasi
  1. Kriteria Struktur
Untuk mengumpulkan data keluarga dilibatkan seluruh anggota keluarga agar informasi keluarga dapat diperoleh dengan baik
  1. Kriteria Proses
Proses pengkajian diharapkan berjalan lancar, keluarga bersedia memberi penjelasan data-data keluarganya dan mau dilakukan pemeriksaan fisik
  1. Kriteri Hasil
Dari  hasil pengkajian  diharapkan dapat  data  keluarga  untuk  mengetahui   keadaan keluarga  Tn Y, sosial  ekonomi,   lingkungan,  struktur  dan    fungsi  keluarga perkembangan keluarga dan lain-lain.












Strategi pelaksanaan
no
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Keluarga
Waktu
1
Pembukaan
·         Salam pembukaan
·         Mengucapkan terima kasih pada
keluarga atas kesediaannya
       unutk berkumpul
·         Menjelaskan tujuan dan kunjungan untuk hari ini

·         Menjawab salam

·         Mendengarkan

·         Menaggapi dan menye
       tujui
5 menit
2
Pelaksanaan
·         Menanyakan kepada keluarga tentang data umum keluarga
·         Menanyakan kepada keluarga tentang riwayat tumbang keluarga
·         Menanyakan struktur fungsi dan lingkungan
·         Membuat kontrak waktu dengan keluarga untuk pertemuan selanjutnya

·         Menjawab pertanyaan

·         Menanggapi pertanyaan


·         Menjawab pertanyaan

·         Menyetujui


20 menit
3
Terminasi
·         Mengklarifikasi hal yang telah didiskusikan
·         Membuat rencana yang akan datang
·         Memberi reinforcemen positif

·         Menanggapi

·         Menyetujui
·         Menanggapi

5 menit
Laporan Hasil Kunjungan I

            Sesuai kontrak dengan keluarga Tn. Y pada tanggal 1 April 2008 jam 10.00-11.00  dilakukan pengkajian kepada keluarga Tn. Y, dari hasil kunjungan tersebut diperoleh :
  1. Evaluasi struktur
Anggota keluarga yang ada pada saat pengkajian yaitu : Tn. Y, Ny. E, An. M, Ny M, Tn R,  keluarga dapat menerima mahasiswa dengan baik dan memberikan data serta dilakukan pemeriksaan fisik.
  1. Evaluasi Proses
Selama interaksi berlansung lancar tanpa ada hambatan . Interaksi berlansung baik dan keluarga mau berpartisipasi dengan baik
  1. Evaluasi Hasil
Dari hasil kunjungan diperoleh :
Data umum keluarga, tipe keluarga, suku, agama, status sosek keluarga, pemeriksaan fisik keluarga, riwayat keluarga sebelumnya.









LAPORAN PENDAHULUAN

Kunjungan II tanggal 1 April 2008
1. Latar Belakang
            Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari keluarga inti dan anggota keluarga yang berkumpul dan tinggal di satu tempat dan saling ketergantungan.Peranan dalam keluarga dapat menggambarkan prilaku interpersonal dan kegiatan individu dalam situasi dan keadaan tertentu ,selain peranan dan fungsi keluarga antara lain asah,asih,asuhdengan cara memberikan perhatian dan kehangatan rasa aman pemeliharaan kesehatan serta kebutuhan dan pendidikan keluarga.
            Pada dasarnya ada tugas yang harus dilakukan oleh keluarga salah satunya pemeriksaan fisik dari anggota keluarga dengan cara memeberikan asuhan dan pelayanan kesehatan pada keluarga .
2. Proses Keperawatan
 a. Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi penularan TB Paru pada anggota keluarga Tn Y b/d ketidak mampuan keluarga mengenal Penyakit TB Paru.
b. Tujuan Umum
     Untuk mengetahui data keluarga Tn. Y dengan masalah TB Paru
c.Tujuan khusus
    Mengidentifikasi data kesehatan  keluarga Tn. Y Khususnya Ny E
    Mengetahui fungsi keluarga
    Mengetahui sistim pendukung keluarga
    Mengetahui karakteristik keluarga
    Mengetahui harapan keluarga
    Melanjutkan pemeriksaan keluarga
3. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode
      Metode yang digunakan : Tanya jawab
b.   Media
      Dengan menggunakan format pengkajian dan CHN Kid,pena, ,tensimeter,thermometer,timbangan,hamer,meteran
c.   Waktu dan tempat
      Tanggal 1 april 2008 jam 10.00-1100, dirumah Tn. Y beleken kompi ban no 7
d.   Topik
      Pengkajian [emeriksaaan fisik
e.   Setting tempat                        Keterangan
                                                          : keluarga
                                                          : Mahasiswa
4. Krteria Evaluasi
  1. Kriteria Struktur
Untuk mengumpulkan data keluarga dilibatkan seluruh anggota keluarga agar informasi keluarga dapat diperoleh dengan baik
  1. Kriteria Proses
Proses pengkajian berjalan lancar, keluarga bersedia memberi penjelasan data-data keluarga yang belum lengkap dan mau dilakukan pemeriksaan fisik.
  1. Kriteri Hasil
Dari  hasil pengkajian  didapatkan  data  keluarga  untuk  mengetahui   fungsi keluarga, sistim pendukung keluarga, karakteristik tetangga, harapan keluarga, dan pemeriksaan fisik.




















Strategi pelaksanaan
no
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Keluarga
Waktu
1
Pembukaan
·         Salam pembukaan
·         Mengucapkan terima kasih pada keluarga atas kesediaannya   untuk berkumpul
·         Menjelaskan tujuan dan kunjungan untuk hari ini

·         Menjawab salam
·         Mendengarkan



·         Menaggapi dan menye
       tujui
5 menit
2
Pelaksanaan
·         Menanyakan kepada keluarga tentang data umum keluarga
·         Melakukan pemeriksaan lanjut
·         Membuat kontrak waktu dengan keluarga untuk pertemuan selanjutnya

·         Menjawab pertanyaan

·         Mau dilakukan pemeriksaan fisik
·         Menyetujui

20 menit
3
Terminasi
·         Mengklarifikasi hal yang telah didiskusikan
·         Membuat rencana yang akan datang
·         Memberi reinforcemen positif

·         Menanggapi

·         Menyetujui

·         Menanggapi

5 menit




Laporan Hasil Kunjungan II

            Sesuai kontrak dengan keluarga Tn. Y pada tanggal 1 April 2008 jam 10.00-11.00  dilakukan pengkajian kepada keluarga Tn. Y, dari hasil kunjungan tersebut diperoleh :
  1. Evaluasi struktur
Anggota keluarga yang ada pada saat pengkajian yaitu : Tn. Y, Ny. E, An. M,Tn A, Ny L, Ny M, Tn R, Nn R,  keluarga dapat menerima mahasiswa dengan baik dan memberikan data serta dilakukan pemeriksaan fisik.
  1. Evaluasi Proses
Selama interaksi berlansung lancar tanpa ada hambatan . Interaksi berlansung baik dan keluarga mau berpartisipasi dengan baik
  1. Evaluasi Hasil
Dari hasil kunjungan diperoleh :
Data umum keluarga, fungsi keluarga, sistim pendukung keluarga, karakteristik tetangga, harapan keluarga, pemeriksaan fisik keluarga .









LAPORN PENDAHULUAN

Kunjungan ke III tanggal 2 April 2008
1.      Latar Belakang
    Fungsi keluarga adalah sebagai pelaksana fungsi keprawatan keluarga yaitu keluarga mengenal masalah kesehatan, memberi peraatan yang tepat kepada keluarga yang sakit dan mempertahankan hubungan dengan menggunakan fasilitas kesehatan.
Dalam hal ini data yangdiperoleh pada pengkajian awal tanggal 2 April 2008 jam 11.00-11.30 WIB .Pada hari ini melanjutkan pengkajian yang belum terlengkapi.
2.      Proses Keperawatan
a.      Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi penularan TB Paru pada anggota keluarga Tn Y b/d ketidak mampuan keluarga mengenal Penyakit TB Paru.
b.      Tujuan Umum
      Untuk mengetahui kemempuan keluarga dalam pertolongan TB Paru dan keluarga mengetahui cara perawatan dan pencegahan TB Paru
c.       Tujuan Khusus
Mengenal apa itu TB Paru
Mengetahui penyebab dari TB Paru
Mengetahui tanda dan gejala TB Paru
Mengetahui akibat lanjut dari TB Paru
Mengetahui perawatan TB Paru


3.      Implementasi Tindakan Keperawatan
a.      Metode
Metode: Penyuluhan dan Tanya jaab
b.      Media: Lembar balik dan leaf leat
c.       Waktu dan tempat
Tanggal 2 April 2008 jam 11.00-11.30 WIB dirumah Tn. Y
d. Topik:Tentang TBC
e.  Setting Tempat                                 Keterangan
                                                                               : Keluarga
                                                                               : mahasiswa
4.      Kriteria Evaluasi
a.      Kriteria Struktur
Untuk menyampaikan tentang TBC sehingga keluarga mampu memahami dan mampu mengambil keputusan terhadap penyakit TBC yang diderita Ny E dengan cara memberikan penyuluhan, media yang digunakan lembar balik.
                 b.   Kriteria Proses
                        Proses penyuluhan  berjalan  lancar, keluarga  diharapkan mampu
                        memahami tentang TBC ikut memutuskan tindakan yang akan
                       dilakukan terhadap penyakit  yang diderita Ny E.
.                c. Kriteria Hasil
Dari hasil penyuluhan diharapkan keluarga mampu memahami apa yang disampaikan.


Strategi pelaksanaan
no
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Keluarga
Waktu
1
Pembukaan
·         Salam pembukaan
·         Mengucapkan terima kasih pada
keluarga atas kesediaannya
       unutk berkumpul
·         Menjelaskan tujuan dan kunjungan untuk hari ini

·         Menjawab salam
·         Mendengarkan




·         Menaggapi dan menye
       tujui
5 menit
2
Pelaksanaan
·         Menanyakan kepada keluarga tentang TBC
·         Menjelaskan tentang pengertian TBC,penyebab TBC,tanda dan gejala TBC,akibat lanjut dari TBC,perawatan TBC.

·         Menjawab pertanyaan

·         Menanggapi pertanyaan


20 menit
3
Terminasi
·         Mengklarifikasi hal yang telah didiskusikan
·         Membuat rencana yang akan datang
·         Memberi reinforcemen positif

·         Menanggapi

·         Menyetujui

·         Menanggapi

5 menit



LAPORAN HASIL KUNJUNGAN III

            Sesuai kontrak dengan keluarga Tn Y pada tanggal 2 April 2008 jam 16.00- 16.30 dilakukan penyuluhanterhadap Ny E, dari hasil kunjungan   diperoleh :
a.      Evaluasi Struktur
Anggota keluarga yang ada pada saat pengkajian yaitu: Ny E, Ny l, Ny M, Tn A, keluarga dapat menerima mahasiswa dengan baik dan bersedia mendengarkan penyuluhan tentang TBC.
b.      Evaluasi Proses
Selama interaksi berlansung tidak ada hambatan,dalam memberikan penyuluhan . Interaksi berjalan dengan baik dan keluarga berpartisipasi dalam penyuluhan,walau Tn Y tidak ada dirumah karena sedang bekerja.
c.       Evaluasi Hasil
Dari hasil kunjungan kedua diperoleh keluarga mampu mengrti tenteng TBC ,penyebab TBC, tanda dan gejala TBC.









LAPORAN KUNJUNGAN  IV (Supervisi)

Kunjungan ke IV tanggal 3 April 2008
a.      Latar Belakang
 Fungsi keluarga adalah sebagai pelaksana  fungsi  keperawatan  keluarga  yaitu keluarga mengenal masalah kesehatan, memberi perawatan yang tepat kepada keluarga yang sakit dan mempertahankan hubungan dengan menggunakan fasilitas kesehatan.
            Dalam hal ini sesuai kontrak waktu tanggal 3 April 2008 jam 10.00- 11.00 WIB ,hari ini akan dilanjutkan penyuluhan dan memperagakan cara membuang dahak yang benar pada penderita TBC agar anggota keluarga lain tidak tertular.
Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi penularan TBC pada anggota keluarga Ny E b/d ketidak   mampuan keluarga mengenal penyakit TBC
      b. Tujuan Umum
            Untuk mengetahui kemampuan keluarga dalam pertolongan TBC, dan  keluarga mengetahui cara perawatan, penularan TBC,pencegahan TBC.
      c. Tujuan Khusus
           Diketahui cara merawat TBC
           Diketahui cara pencegahan ,penularan TBC
           Diketahui lingkungan yang baik untuk penderita TBC
b.      Implementasi Tindakan Keperawatan
a.  Metode
     Metode yang digunakan : Tanya jawab,penyuluhan,demonstrasi
b.  Media
     Lefleat ,lembar balik,Lysol,air, pasir, muk yang pakai tutup.
c.  Waktu dan tempat
Tanggal 3 April 2008 JAM 10.00-11.00 dirumah Tn R Simpang Koto Tingga      dalam
      d.  Topik
            Cara pencegahan TBC

e.  Setting tempat                 Keterangan
                                                                 : keluarga
                        : mahasiswa
c.       Kriteria Evaluasi
a.   Kriteria Struktur
Untuk menyampaikan tentang TBC sehingga keluarga mampu memahami dan mampu mencegah penularan TBC kepada anggota keluarga lain. 
      b.   Kriteria Proses
Proses penyuluhan berjalan lancardn mendemonstrasikan cara membuat larutan Lysol pakai pasir pada muk pakai tutup gunanya untuk penampungan dahak agar Ny E tidak membuang dahak sembarangan. 
      c.   Kriteria Hasil
Dari penyuluhan yang telah berikan  keluarga diharapkan mampu mamahami tentang cara pembuangan dahak yang baik untuk pendrita TBC.
           
Strategi pelaksanaan
no
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Keluarga
Waktu
1
Pembukaan
·         Salam pembukaan
·         Mengucapkan terima kasih pada
keluarga atas kesediaannya
       unutk berkumpul
·         Menjelaskan tujuan dan kunjungan untuk hari ini

·         Menjawab salam
·         Mendengarkan




·         Menaggapi dan menye
       tujui
5 menit
2
Pelaksanaan
·         Mengevaluasi pengetahuan keluarga tentang TBC yang telah dijelaskan tgl 2 april 2009
·         Mendemonstrasikan cara pembuangan dahak yang benar pada penderita TBC

·         Menjawab Pertanyaan


·         Memperhatikan

20 menit
3
Terminasi
·         Mengklarifikasi hal yang telah didiskusikan
·         Membuat rencana yang akan datang
·         Memberi reinforcemen positif

·         Menanggapi

·         Menyetujui

·         Menanggapi

5 menit



Laporan Hasil Kunjungan IV (Supervisi)

               Sesuai kontrak dengan keluarga Tn Y  pada tanggal 3 April 2008 jam 10.00 -11. 00 dilakukan penyuluhan terhadap keluarga Tn Y, dari hasil kunjungan diperoleh:
1.  Evaluasi Struktur
                 Anggota keluarga yang ada pada saat penyuluhan yaitu: Tn Y, Ny E, Ny L.  Ny M. Keluarga dapat menerima mahasiswa dengan baik dan mau berperan serta terhadap penyuluhan dengan baik
2.      Evaluasi Proses
Selama interaksi berlangsung tidak ada hambatan , dalam memberikan penyuluhan dan mendemonstrasikan cara membuang dahak yang baik. Interaksi berjalan baik dan keluarga berpartisipasi  dengan baik.
     3. Evaluasi Hasil
Dari hasil kunjungan diperoleh:
Keluarga mampu mengerti tentang penyuluhan  TBC, mengerti cara membuang dahak yang baik agar angota keluarga lain tidak tertular.








LAPORAN PENDAHULUAN
Kunjungan  V  tanggal 4 April 2008
1.      Latar Belakang
Fungsi keluarga adalah sebagai pelaksana  fungsi  keprawatan  keluarga  yaitu
keluarga mengenal masalah kesehatan,membuat keputusan tindakan yang tepat, memberi perawatan yang tepat kepada keluarga yang sakit dan mempertahankan hubungan dengan menggunakan fasilitas kesehatan.
            Dalam hal ini sesuai  kontrak dengan keluarga Tn Y pada tanggal 4 April 2008 hari ini akan dilakukan evaluasi penyuluhan mengenai TBC dan memperagakan lembara balik
2.      Proses Keperawatan
a. Diagnosa  Keperawatan
   Resiko tinggi penularan TBC pada anggota keluarga Ny E b/d ketidak   mampuan keluarga mengenal penyakit TBC
         b.   Tujuan Umum
Untuk mengetahui mengetahui kemampuan keluarga mengenai cara merawat dan bagai mana pencegahan penularan TBC
         c.   Tujuan Khusus
Diketahuinya cara marawat TBC dan cara pencegahan penularan TBC
3.      Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode
    Metode yang digunakan penyuluhan dan Tanya jawab
    Media
    lefleat dan lembaran balik
b. Waktu dan tempat
    Tanggal 4 april 2008 jam 15.00- 15.30 WIB dirumah Tn Y
c.  Topik
      TBC dan cara pencegahan penularan 
d.  Setting tempat                            Keterangan
                                                                    :  keluarga
                 : Mahasiswa
4.      Kriteria Evaluasi
a.  Kriteria Struktur
Untuk  menyampaikan mengenai TBC sehingga keluarga mampu merawat  dan mampu  mencegah penularan terahadap keluarga Ny E yang mengidap TBC
b.   Kriteria Proses
Proses penyuluhan berjalan lancar, keluarga mampu memahami dan ikut  memutuskan tindakan yang akan dilakukan terhadap Ny E  yang mengidap TBC
         c.    Kriteria Hasil
 Dari hasil penyuluhan keluarga mampu memahami tentang apa yang telah disampaikan





Strategi pelaksanaan
no
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Keluarga
Waktu
1
Pembukaan
·         Salam pembukaan
·         Mengucapkan terima kasih pada keluarga atas kesediaannya unutk berkumpul
·         Menjelaskan tujuan dan kunjungan untuk hari ini

·         Menjawab salam
·         Mendengarkan



·         Menaggapi dan menye
       tujui
5 menit
2
Pelaksanaan
·         Mengkaji kemampuan keluarga tentang perawatan dan pencegahan penularan  TBC
·         Menjelaskan tentang perawatan dan pencegahan penularan TBC

·         Menjawab Pertanyaan


·         Mendengarkan

20 menit
3
Terminasi
·         Mengklarifikasi hal yang telah didiskusikan
·         Membuat rencana yang akan datang
·         Memberi reinforcemen positif

·         Menanggapi

·         Menyetujui

·         Menanggapi

5 menit



LAPORAN HASIL KUNJUNGAN V
Sesuai kontrak dengan keluarga Tn R pada tanggal 19 Des 2008 jam 11.00-11.30 dilakukan penyuluhan terhadap keluarga Tn R, dari hasil kunjungan diperoleh:
1.      Evaluasi Struktur
Anggota keluarga yang ada pada saat penyuluhan adalah Tn R, Ny D, An, R, An N keluarga menerima mahasiswa dengan baik dan mau berperan serta terhadap penyuluhan yang diberikan.
2.      Evaluasi Proses
Selama interaksi berlansung tidak ada yang mengahambat, interaksi berjalan lancar dan partisipasi  keluarga baik.
3.      Evaluasi Hasil
         Dari hasil kunjungan diperoleh :
Keluarga mampu menerti tentang perawatan TBC dan keluarga mampu  mengerti tenteng cara pencegahan penularan TBC.










LAPORAN PENDAHULUAN
Kunjungan ke V tanggal 5 APRIL 2008 jam 16.00-16.30
1.      Latar Belakang
      Fungsi keluarga adalah sebagai pelaksana  fungsi  keprawatan  keluarga  yaitu keluarga mengenal masalah kesehatan,membuat keputusan tindakan yang tepat, memberi perawatan yang tepat kepada keluarga yang sakit dan mempertahankan hubungan dengan menggunakan fasilitas kesehatan.
Dalam hal ini mengenai data yang diperoleh pada tanggal 4 April  2008 didapatkan data mengenai rematik,  sesuai kontrak dengan klien hari ini akan dilakukan penyuluhan tentang rematik dan memperagakan lembaran balik.
2.      Proses Keperawatan
a.      Diagnosa Keperawatan
Gangguan aktifitas pada Ny M b/d ketidak mampuan keluarga dalam mengenal dan merawat anggota keluarga yang rematik
b.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui kemampuan keluarga dalam mengetahui dan merawat anggota keluarga yakni Ny M yang mengalami rematik
c.       Tujuan Khusus
Diketahuinya apa itu rematik dan  cara perwatan rematik
3.   Implementasi dan Tindakan Keperawatan
a.      Metode
Penyuluhan dan Tanya jawab
      Media
      Lefleat dan lembaran balik
b.      Waktu dan tempat
Tanggal 5 April  2008 JAM 16.00 -16.30 WIB dirumah keluarga  Tn R
c.       Topik
Rematik
d.      Setting tempat                   Keterangan
                                                                    : keluarga     
                                   : mahasiswa
       4. Kriteria Evaluasi
a.      Kriteria Struktur
Untuk menyampaikan tentang topik rematik, diharapkan keluarga          mampu merawat anggota keluarga Ny M dengan rematik
b.      Kriteria Proses
Penyuluhan berjalan lancer keluarga mampu memahami dan ikut memutuskan tindakan yang akan diberikan terhadap Ny M yang menderita rematik
c.       Kriteria Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan keluarga mampu dan memahami tentang apa yang sudah disampaikan.
     



Strategi pelaksanaan
no
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Keluarga
Waktu
1
Pembukaan
·         Salam pembukaan
·         Menjelaskan tujuan dan kunjungan untuk hari ini

·         Menjawab salam
·         Menaggapi dan menye
       tujui
5 menit
2
Pelaksanaan
·         Mengkaji kemampuan keluarga tentang rematik an cara perawatan rematik
·         Menjelaskan tentang perawatan dan mengurangi nyeri pada rematik

·         Menjawab Pertanyaan


·         Mendengarkan

20 menit
3
Terminasi
·         Mengklarifikasi hal yang telah didiskusikan
·         Membuat rencana yang akan datang
·         Memberi reinforcemen positif

·         Menanggapi

·         Menyetujui

·         Menanggapi

5 menit


   


LAPORAN HASIL KUNJUNGAN V
           
            Sesuai kontrak yang telah disepakati dengan keluarga Tn Y  pada tanggal 4 April  2008, hari ini akan dilakukan penyuluhan dengan topic rematik terhadap keluarga Tn Y terutama Ny M. Dari kunjungan diperoleh hasil :
1.      Evaluasi Struktur
Anggota yang hadir pada saat penyuluhan adalah Tn Y, Ny E, Ny M, An M, Keluarga menerima mahasiswa dengan baik dan ramah, keluarga juga mau berpartisipasi dan berperan serta selama penyuluhan berlansung
2.      Evaluasi Proses
Tidak ada yang menghambat selama interaksi berlansung, interaksi berjalan lancar
3.      Evaluasi Hasia
Dari hasil kunjungan diperoleh:
Keluarga mampu mengerti tentang rematik dan keluarga juga mengeti cara perawatan rematik








Tidak ada komentar:

Posting Komentar